Senin, April 19, 2010
"Memangnya Ada yang Tak Punya Cacat Moral?"
Apabila ada kelemahan
dari sisi kualitas seorang yang menjadi kandidat atau calon untuk dipilih, itu mestinya dibatasi dalam proses verifikasi sampai pada penetapan di partai politiknya. "Jadi, jangan dibatasi di undang-undang. Bahwa seorang artis nggak boleh, apalagi kalau pakai standar moral, memangnya persoalan moral cuma yang hubungannya dengan susila?" ujar Jeirry usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komite I DPD RI, di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin 19 April 2010.
Menurut Jeirry, persoalan moral tidak hanya menyangkut susila saja. Seandainya memang mau memasukkan persoalan moral, Jeirry justru merasa khawatir tidak ada yang bisa menjadi kandidat dalam pemilihan umum karena tak ada orang yang tak pernah cacat moral. "Karena semua punya cacat moral," kata Jeirry. "Jadi, mesti hati-hati dalam hal ini."
Jeirry menambahkan, sebaiknya persoalan moral jangan diadopsi di level undang-undang. Biarkan partai yang menentukan siapa saja yang mau dimajukan menjadi calon bagi masyarakat dengan kebijakan dan mekanismenya sendiri di dalamnya. "Partai seharusnya membuat mekanisme supaya calon yang ditawarkan ke pada masyarakat betul-betul yang mempunyai kualifikasi dan berkualitas," kata Jeirry.
Setelah partai menentukan siapa yang pantas mereka ajukan, tambah Jeirry, serahkan sepenuhnya pada masyarakat untuk memilih. "Jangan berpikir bahwa masyarakat kita bodoh. Saya kira masyarakat juga enggak akan memilihlah orang-orang yang punya cacat moral. Jadi, serahkan saja pada masyarakat. Saya nggak terlalu khawatir kok dengan yang seperti ini," kata Jeirry.
Jeirry juga yakin jika Julia Perez maju sebagai calon Bupati, masyarakat tidak akan memilihnya. "Kalau partai mencalonkan orang seperti Julia Perez boleh-boleh saja. Artinya dibuka kemungkinan. Tetapi soal apakah masyarakat mau memilih, saya rasa masyarakat enggak memilihlah. Masyarakat sudah cerdas sudah pintar untuk memilih siapa yang pantas jadi pemimpin mereka," kata Jeirry.
Beberapa hari lalu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi melontarkan ide untuk memperketat seleksi ikut pilkada. Gamawan juga melontarkan ide kontroversial, orang berzina tak boleh menjadi calon dalam pilkada. (ary)
Sumber : vivanews.com
baca juga ini dan ini
Related Post
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
My Fans Page
Primary Friends
-
Juara 1 Debat di Sibolangit - Selamat!!! buat Agustin Pertiwi Siregar, Fikri Nurhuda Dinul,dan Rawdach menjadi juara 1 lomba debat dalam jambore di sibolangit yang diadakan di Sibolangi...
-
-



1 Repetan Sudah ada, Ayo kamu juga:
kenapa orang memandang setiap cacatnya?? kenapa kebaikannya tidak pernah terlihat??
Posting Komentar