Selasa, April 20, 2010

Telkom Rilis i-Chat untuk Tuna Rungu

88554_peluncuran_dan_workshop_aplikasi_dan_portal_i_chat_di_bandung__jawa_barat_300_225 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) meluncurkan sebuah aplikasi dan portal yang diberi tajuk i-Chat untuk membantu para guru Sekolah Luar Biasa (SLB) tuna rungu dan orang tua, dalam proses pembelajaran bahasa bagi anak berkebutuhan khusus dalam hal pendengaran.
Aplikasi i-Chat (I Can Hear and Talk) diluncurkan di Menara RDC Telkom di Bandung oleh Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah, yang disaksikan Senior General Manager Research and Development Center (RDC) Telkom Mustapa Wangsaatmadja.
"Tujuan diluncurkannya aplikasi dan portal i-Chat adalah
sebagai penyedia media bagi komunitas tuna rungu di Indonesia," kata Rinaldi, yang dikutip VIVAnews melalui keterangan persnya, Selasa 20 April 2010.
Rinaldi menjelaskan, dengan aplikasi tersebut mereka yang berkebutuhan khusus dalam hal pendengaran dapat berinteraksi, saling berbagi ilmu dan pengetahuan, dan metode pembelajaran bahasa, sehingga mereka mampu berkomunikasi, bersosialisasi, tumbuh dan berkembang sebagaimana layaknya orang normal.
Kelahiran aplikasi tersebut diawali dengan keikutsertaan perseroan dalam kegiatan APT (Asia Pacific Telecommunity) pada tahun 2007, bekerjasama dengan UPI Bandung dan SLB Cicendo, Kemudian, pada tahun 2009, aplikasi tersebut dikembangkan kembali dengan menambahkan beberapa modul, di antaranya adalah modul kamus.
"Tahun ini, Telkom RDC bekerja sama dengan Federasi Nasional untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (FNKTRI) melakukan pengembangan lebih lanjut dalam bentuk sebuah aplikasi dan portal yang diberi nama i-CHAT (I Can Hear and Talk)," papar Eddy Kurnia, Vice President Public and Marketing Communication Telkom.
Aplikasi tersebut dibuat dalam dua mode, yakni mode offline, di mana user harus melakukan instalasi program pada komputernya, dan mode online yang mana user bisa menjalankan aplikasi dengan mengakses situs i-Chat.
Sejauh ini, program i-Chat dibagi ke dalam lima modul utama, yaitu modul kamus, modul isyarat abjad jari, modul isyarat bilangan, modul tematik, dan modul menyusun kalimat.
Modul-modul pembelajaran selanjutnya masih dapat terus dikembangkan baik berupa aplikasi dengan game, animasi, video, maupun jurnal/artikel terkait pendidikan dan metode pembelajaran bagi anak tuna rungu.
"Keseluruhan materi pembelajaran ini dikemas dalam bentuk modul-modul dengan konsep e-learning," ujar Eddy Kurnia. "Pengembangan selanjutnya dari portal i-Chat adalah membentuk forum, media jejaring sosial, dan konsep user generated content," terangnya. (mt)

Sumber : Vivanews.com

Related Post



0 Repetan Sudah ada, Ayo kamu juga:

Posting Komentar

My Fans Page

Review http://rizwanesq.blogspot.com/ on alexa.com

Primary Friends

Enter your email address:


[close]